hari ke-3 menulis writing for legacy

 Terlahir menjadi perempuan dari keluarga yang pas-pasan, serta kekurangan figure ayah membuat nya harus menjadi wanita yang minim akan pengetahuan dicinta oleh seorang lelaki. Ketidak stabilkan emosi kurang nya rasa percaya diri dan rendah nya harga diri, sulit membangun komunikasi yang sehat dalam sosial serta lingkungan. Menikah dengan orang yang tidak tepat serta perlakuan yang dia terima dari pasangan yang dia kira memang begitulah bentuk cinta diperlukan semena-mena dan seenaknya. Dijanjikan akan diberikan kebahagiaan yang indah dibangunkan sebuah istana megah dalam sebuah pernikahan namun janji itu adalah omong kosong belaka. Dia menanggung semua beban sendiri, tanpa dibagikan kesiapapun. Dan kebahagiaan yang dia kira indah adanya itu hanya semu. Pernah dia mencoba membagikan keluh kesah dengan suaminya namun hanya dijawab sabar dan selalu seperti itu. 
   Diawal pernikahan nya mereka memutuskan untuk tidak ingin memiliki anak dahulu, karena memang masih harus menabung dan kesiapan untuk menjadi orang tua belum matang mereka miliki. 1 tahun pernikahan nya berjalan biasa saja dia memendam semua masalahnya sendiri dan menikmati hari demi harinya begitu saja berangkat kerja, pulang kerja tanpa mengobrol dengan suaminya. Dan entah kebetulan atau tidak waktu kerja mereka memang bersebrangan. Dia yang harus kerja sebagai SPG di toko penjual handphone harus masuk kerja di jam10 pagi lalu pulang di jam 10 malam. Sedangkan suaminya sudah harus berangkat di pagi-pagi buta karena perjalanan menuju tempat kerja cukup jauh dan di jam7 dia sudah harus masuk kerja Layaknya budak korporat yang berangkat pagi pulang sore jelas saja mereka berdua jarang bertemu di hari-hari biasa, kerena waktu pulang dan berangkat berbeda. Saat sang istri pulang suami sudah tidur dan saat suami berangkat sang istri masih tertidur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hari ke-4 menulis writing for legacy

2019

04/02/2025