hari ke-4 menulis writing for legacy
Berjalan 1 tahun pernikahan, Pernah dia ingin menyerah dengan pernikahan itu, karena komunikasi mereka semakin buruk. Diapun mencoba berbicara kepada ibunya dengan bercerita menumpahkan segala yang dia rasakan. Namun dia urungkan niatnya.
Karena dia teringat nasihat dari ibunya yang selalu berucap "Menikah itu sekali seumur hidup !! Dulu saja bapakmu seperti itu ke ibu.
Tapi Ibu bisa bertahan sampai sekarang".
Sudah tidak perlu aneh-aneh!! Ucapnya.
Ah pasti akan selalu begitu jawabnya !! Membandingkan dulu dengan sekarang. Dan Akhirnya kembali trek awal nikmati saja jalan takdirnya. Dengan berharap memang ada kebahagiaan diujung sana nanti.
Dan berjalan nya waktu akhirnya siap tidak siap mereka diberikan kepercayaan oleh Tuhan, untuk menjadi orang tua. Iyah dia hamil.
Didalam benaknya ada rasa ketakutan akankah bisa dia menjadi seorang ibu yang baik???,
Sedangkan dia saja belum selesai dengan masalahnya sendiri.
Namun harus dituntut untuk menjadi seorang ibu dari anak yang belum tentu dia sanggup menjaga nya. Tuntutan demi tuntutan yang dia pendam sendiri dari orang tua, mertua, kerjaan dan lingkungan menjadi sebuah fenomena sosial nya.
Komentar
Posting Komentar