Berjalan 1 tahun pernikahan, Pernah dia ingin menyerah dengan pernikahan itu, karena komunikasi mereka semakin buruk. Diapun mencoba berbicara kepada ibunya dengan bercerita menumpahkan segala yang dia rasakan. Namun dia urungkan niatnya. Karena dia teringat nasihat dari ibunya yang selalu berucap "Menikah itu sekali seumur hidup !! Dulu saja bapakmu seperti itu ke ibu. Tapi Ibu bisa bertahan sampai sekarang". Sudah tidak perlu aneh-aneh!! Ucapnya. Ah pasti akan selalu begitu jawabnya !! Membandingkan dulu dengan sekarang. Dan Akhirnya kembali trek awal nikmati saja jalan takdirnya. Dengan berharap memang ada kebahagiaan diujung sana nanti. Dan berjalan nya waktu akhirnya siap tidak siap mereka diberikan kepercayaan oleh Tuhan, untuk menjadi orang tua. Iyah dia hamil. Didalam benaknya ada rasa ketakutan akankah bisa dia menjadi seorang ibu yang baik???, Sedangkan dia saja belum selesai dengan masalahnya sendiri. Namu...
Belum siap, mungkin bisa jadi alasan kenapa aku bisa sampai disini. Meninggalkan kehidupanku disana dengan ketidak pastian disini namun aku selalu menyakinkan diri akan punya kepasian kehidupan nantinya. Sulit memang untuk bisa yakin dalam hal itu namun aku selalu berusaha. Hari demi hari tahun demi tahun aku lewati dengan segala ketidak pastian setiap waktunya aku selalu menemukan kejutan demi kejutan. Sendiri tanpa siapapun selain diriku sendiri dan tuhanku.
Siang itu saat aku masih bekerja mengerjakan tugasku sebagi menjga orang tua, aku ditelfon oleh ibuku tidak sering dia menelepon disaat jam aku masih bekerja biasa dia meneleponku saat jam anak aku sudah pulang kerja, memang kita belum bicara dari beberapa hari yang lalu karena anak aku tidur ditempat mertuaku, aku tidak befikir aneh akupun bertanya bagaiman keadaan assyifa kemrin saat pulang dari sana?? dan beliaupun menjawab ya tidak bagaimana bagaimana dia senang dan menceritakan banyak hal kepada ibuku terutama dia punya teman baru disana,, akupun menajwab ya kemarin sore saat aku menyurh dia pulang saja dia memohon kepadaku untuk mengijnkany 1 malam lagi pada saat meneleponku dan akupun mengijinkanya akupun mendegarkanya bercanda dan ngobrol dengan temanya di telepon karena batre dia habis telponpun terputus,, kemudian ibuku menyabungkan dengan yang lain dan menganti topik baru bertanya bagaimana keadaan ayahnya anak ku, dan kujawab baik, kemudian beliau menyabungkan kembali lalu ...
Komentar
Posting Komentar